
BANDUNG,MPNusantara – Proses seleksi terbuka (open bidding) pengisian jabatan Direktur Utama (Dirut) Perumda PDAM Tirtawening Kota Bandung menuai sorotan publik. Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, R. Wempy Syamkarya, S.H., M.H., menilai tahapan seleksi yang seharusnya dimulai sejak awal Desember terkesan berjalan lambat dan minim transparansi, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat.
Wempy menyoroti belum terlihatnya peran Panitia Seleksi (Pansel) secara jelas di ruang publik.
Ia menegaskan pentingnya sikap tegas, lugas, dan akuntabel dari Sekretaris Daerah Kota Bandung selaku Ketua Pansel agar proses seleksi tidak disusupi kepentingan tertentu, termasuk dugaan praktik “titipan” atau intervensi politik.
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang berpotensi menghambat proses open bidding, mulai dari lemahnya koordinasi antarperangkat daerah, prosedur yang dinilai terlalu berbelit, hingga kemungkinan campur tangan pihak eksternal. Wempy juga menekankan peran strategis Kabag Ekonomi dalam memastikan persyaratan seleksi disusun secara terbuka dan dapat diawasi oleh publik, termasuk LSM dan organisasi kemasyarakatan.
“Jika Pansel tidak berfungsi secara terbuka, wajar bila muncul keraguan publik. Semua tahapan harus bisa diakses dan diawasi,” ujar Wempy dalam keterangannya.
Sebagai solusi, Wempy mengusulkan penerapan metode Design Thinking dalam proses seleksi Dirut PDAM. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan proses yang lebih inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai pengguna layanan air bersih.
“Design Thinking dimulai dari empati terhadap kebutuhan warga, lalu mendefinisikan masalah, merancang solusi, hingga menguji prototipe kepemimpinan yang paling tepat. Pendekatan ini berpotensi meningkatkan kualitas layanan PDAM,” jelasnya.
Untuk memperkuat profesionalisme dan kepercayaan publik, Wempy merekomendasikan sejumlah langkah konkret, antara lain penggunaan sistem pendaftaran dan seleksi berbasis online, pelibatan pakar independen di luar birokrasi, seleksi berbasis kompetensi dan rekam jejak manajerial, serta publikasi hasil seleksi secara bertahap kepada masyarakat.
“Seleksi Dirut PDAM adalah pertaruhan besar bagi pelayanan publik di Kota Bandung. Jangan sampai kesalahan masa lalu terulang. Kota ini membutuhkan pemimpin PDAM yang dipilih karena kompetensi dan visi, bukan kedekatan politik,” pungkasnya.
Bandung,10 Januari 2026.
Red : Iwan Setiawan (MPN).
